User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Sulasmi*, Rafidah**, dan Muslyana***

 *), **), ***) Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

ABSTRAK

            Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dengan kematian yang besar. Di Indonesia nyamuk penular (vektor) penyakit DBD yang berpengaruh adalah Aedes aegypti, Aedes albopictus, dan Aedes scutellaris, tetapi sampai saat ini yang menjadi vektor utama dari penyakit DBD adalah Aedes aegypti.

            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak daun kirinyuh (Chromolaena odorata) dengan konsentrasi 2%, 3%, dan 4% dalam membunuh jentik Aedes aegypti. Adapun jenis penelitian ini, eksperimen yang dilakukan di laboratorium.

                        Adapun hasil dari penelitian yaitu pada konsentrasi 2% efektif dalam mematikan 10 ekor jentik Aedes aegypti sesuai dengan LC50 pada menit 100 pada percobaan I dan II. Konsentrasi 3% pada menit ke 60 pada percobaan ke II dan III. Sedangkan pada konsentrasi 4% di menit 40.

                        Dari ketiga konsentrasi yang digunakan dalam penelitian ini, konsentrasi yang paling efektif yaitu konsentrasi 4%, tetapi ekstrak ini kurang efektif karena dapat mengakibatkan perubahan warna dan bau pada air bersih. Sehingga disarankan bagi peneliti selajutnya untuk meneliti ekstrak yang sama tetapi digunakankan untuk membunuh nyamuk Aedes aegypti