ABSTRAK

      Air merupakan sumber daya yang mutlak harus ada bagi kehidupan. Berdasarkan kegunaannya diharapkan bahwa kualitas air yang ada masih dalam batas-batas toleransi kriteria kualitas air, apakah masih layak untuk dimanfaatkan atau tidak.Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu. Kegunaan akan air harus memenuhi syarat kesehatan agar tidak menimbulkan penyakit bagi manusia, oleh sebab itu, diusahakan agar memenuhi syarat kesehatan, baik dari segi fisik, kimia, bakteriologi, dan radioaktif. Salah satu bentuk permasalahn air yang sering dijumpai dari segi fisik dan kimia yaitu pencemaran air yang di akibatkan bau dan zat organik yang tidak memenuhi syarat kesehatan sehingga dapat mencemari lingkungan.Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui Seberapa besar Kemampuan Arang Aktif Kayu Bakau Dalam Menurunkan Bau Dan Zat Organik Pada Air Sumur Gali.Jenis penelitian ini merupakan eksperimen, yaitu mengetahui Seberapa besar Kemampuan Arang Aktif Kayu Baku dalam Menurunkan Bau Dan Zat Organik pada air sumur gali yang berada di Jln.Pelita  2  No.20 RT 001 RW V. Dari hasil penelitian yang dilakukan yaitu dengan menggunakan media arang aktif kayu bakau baik dalam bentuk granular yang berukuran 1 mm sampai 5 mm dengan waktu kontak selama 30 menit. Bau dan zat organik pada air sebelum pengolahan pada percobaan pertama sebesar 32,89 mg/L dan setelah pengolahan diperoleh hasil sebesar 12,98 mg/L, besarnya penurunan yaitu 19,91 mg/L dengan persentase penurunan sebesar 60,5%.Pada percobaan kedua bau dan zat organic sebelum pengolahan yaitu sebesar dan setelah  32,89 mg/L pengolahan sebesar 14,22mg/L,adapun besarnya penurunan yaitu 18,67 mg/L dengan persentase penurunan  56,7% jadi rata – rata besarnya penurunan yaitu 19,29 mg/L dengan rata – rata persentase penurunan sebesar 58,6%. Berdasarkan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa arang aktif kayu bakau mampu menurunkan bau dan zat organik pada air sumur gali.

 

ABSTRACT

     Water is a resource that is an absolute must have for kehidupan.Berdasarkan usefulness is expected that the water quality is still within the tolerance limits of water quality criteria, whether it was suitable for use in general or indicate tidak.Kualitas water quality or water conditions associated with a activities or specific purposes. The usefulness of the water will have to meet the health requirements so as not to cause disease to humans, therefore, endeavored to meet the health requirements, both in terms of physical, chemical, bacteriological, and radioactive. One form of water permasalahn frequently encountered in terms of the physical and chemical water pollution that causes odors and organic substances that do not meet the health requirements that may pollute the environment.The purpose of this research is to determine the ability How big Mangrove Wood Activated Charcoal Odor And Lose In Organic Matter In Water Well Drilling.This type of research is experimental, the ability to know How big is the Raw Wood Activated Charcoal Odor And Reduce Organic substances in water dug wells located in Lorong 2 Jln.Pelita RT 20 RW 001 V.From the research carried out by using activated charcoal media mangrove wood in the form of granular size of 1 mm to 5 mm with a contact time of 30 minutes. Odor and organic matter in the water prior to treatment in the first experiment was 32.89 mg / L and the results obtained after processing of 12.98 mg / L, the magnitude of the decline is 19.91 mg / L with a percentage decrease of 60.5% .At the second experiment odors and organic substances before and after processing in the amount of 32.89 mg / L treatment for 14,22mg / L, while the magnitude of the decline is 18.67 mg / L with a percentage decrease of 56.7% so average - average magnitude of the decline ie 19.29 mg / L with - average percentage decrease of 58.6%. Based on the discussion, it can be concluded that activated charcoal can lower odor of mangrove wood and organic matter in the water dug wells.