ABSTRAK

      Debu merupakan salah satu bahaya potensial terhadap kesehatan pekerja, apabila terhirup dapat masuk ke saluran pernafasan akan terjadi penimbunan debu dalam paru-paru yang dapat menyebabkan kelainan fungsi paru-paru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar partikel debu di factory 1 dan 3 dan pengaruh APD, serta masa kerja terhadap gangguan pernapasan di PT. Maruki Internasional Indonesia Makassar. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif, dengan cara observasi dan wawancara dengan jumlah sampel sebanyak 130 responden kemudian diolah menggunakan uji statistik. Hasil penelitian yang dilakukan bahwa kadar debu yang dihasilkan adalah 1,32 mg/m3 dan factory 3 adalah 2,61 mg/m3. Namun masih berdampak terhadap gangguan pernapasan para pengrajin karena dipengaruhi oleh penggunaan APD dan masa kerja. Uji statistik menunjukkan bahwa ada pengaruh antara APD dan masa kerja terhadap penyakit gangguan pernapasan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kadar debu kayu di factory 1 dan 3 masih menenuhi syarat KEPMENKES NO.405/Menkes/SK/XI/2002, serta ada pengaruh antara penggunaan APD dan masa kerja terhadap gangguan pernapasan pada para pengrajin. Oleh karena itu disarankan kepada pihak instansi terkait agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap kesehatan para pengrajin. Selain itu dari para pengrajin agar lebih, meningkatkan penggunaan Alat Pelindung Diri untuk mengurangi dampak terpapar oleh partikel debu.

 Kata Kunci : Kadar debu, Gangguan pernapasan, Pengrajin kayu.