User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

ABSTRAK

      Air merupakan materi penting dalam kehidupan. Semua makhluk hidup membutuhkan air. Meningkatnya kebutuhan akan air minum memicu pertumbuhan perusahaan pengemas air minum yang siap melayani masyarakat. Salah satunya, usaha Air Minum Isi Ulang seperti pabrik air penyulingan. Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas bakteriologis dan salinitas air hasil penyulingan di Desa Kahu–Kahu Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar. Jenis penelitian ini adalah observasional  melalui pendekatan deskriptif dengan jumlah 10 sampel. Pengambilan sampel dilakukan secara langsung dan diperiksa di lokasi untuk salinitasnya dan dilaboratorium untuk bakteriologis yang kemudian dibandingkan dengan Permenkes RI No. 492/ Menkes/Per/IV/2010. Hasil penelitian melalui penyulingan salinitas air diperoleh 0,3 ppt dan kualitas bakteriologis E-Coli air hasil penyulingan pada galon I sebanyak 5 jml per 100 ml sampel, galon II sebanyak >240 jml per 100 ml sampel, galon III sebanyak >240 jml per 100 ml sampel, dan Usap alat mulut bagian dalam wadah/galon pada galon I 575 koloni/100 ml sampel, galon II sebanyak 1.700 koloni/100 ml sampel, dan galon III 2.600 koloni/100 ml sampel. Kesimpulan penelitian adalah bahwa kualitas bakteriologis air hasil penyulingan tidak memenuhi syarat berdasarkan Permenkes RI No. 492/ Menkes/Per/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum. Disarankan kepada pihak pengelola pabrik air penyulingan agar selalu memperhatikan higiene perorangan pengelola dalam pembersihan dan pengisian air kedalam wadah/galon. Adapun salinitas air hasil penyulingan memenuhi syarat berdasarkan persentase garam terlarut karena kualitas salinitas 0,3 ppt dapat dikategorikan sebagai air tawar (tidak berasa).

Kata kunci : Air Laut, Penyulingan, Air Minum, Bakteriologis, Salinitas