User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

ABSTRACT

      Noise at work is the sound or sounds that undesirable deriving from production machines. The noise is not appropriate according of the minister of  Manpower and Transmigrasi Of The Republic Of Indonesia Number : PER.13/MEN/X/2011 about  Threshould Value ( TV ) Physical Factors with long exposure noise work 8 hours/day is 85 dB can cause interference on the employee hearing loss. The purpose of this research, to find out the condition of noise and hearing employees at the Factory Saw Cutting Unit 1 PT.Maruki International Indonesia. This type of research is bservational, descriptive approach to obtain factual data and measurements in the field using a measuring instrument ( Sound Level Meters and Audiometer ). Result of the measurement of noise at the Factory Saw Cutting Unit 1 PT.Maruki International Indonesia onthe day I ( am ) averaged 92,7 dB, today I ( Noon )  average 89,65 dB, day II ( am ) average 90,55 and day II ( Noon ) average 89.7 dB,. Than 10 employees whe were respondents, who have experienced hearing loss that is a Normal right ear 9 people, decrease Power Hear ( PH ) 1 person and a Normal lept ear 8 people, who suffered a drop in Power Hear ( PH ) 2 persons. The conclusions of the study, that noise at the Factory 1 Unit Cutting Saw are not eligible due to the noise beyond the NAB and can cause interference on the employee hearing loss especially as old age and has a long working period. Therefore, it advisable to PT.Maruki to hold early and periodic health cheks on a reguler basis in particular the examination of the ear.

Keywords : Audiotory, Conditons Noise, NAB, PDD

 

ABSTRAK

      Kebisingan di tempat kerja adalah bunyi atau suara-suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari mesin-mesin produksi.Kebisingan yang tidak sesuai Menurut Keputusan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor : PER.13/MEN/X/2011 Tentang Nilai Ambang Batas   ( NAB ) Faktor Fisik Kerja kebisingan dengan lama pemaparan 8 jam/hari adalah 85 dB ke atas, dapat menyebabkan gangguan pada pendengaran karyawan. Tujuan  penelitian ini, Untuk mengetahui  kebisingan dan kondisi pendengaran  karyawan pada bagian Factory 1 Unit Cutting Saw PT.Maruki International Indonesia . Jenis  penelitian ini yaitu  observasional dengan pendekatan deskriptif untuk memperoleh data faktual dan pengukuran di lapangan dengan menggunakan alat ukur ( Sound Level Meter dan Audiometer ) . Hasil pengukuran kebisingan di bagian Factory 1 Unit Cutting Saw PT.Maruki International Indonesia pada hari I ( Pagi ) rata – rata 92,7 dB,hari I ( Siang ) rata – rata 89,65 dB,hari II ( Pagi ) rata – rata 90,55 dan hari II ( Siang ) rata – rata 89,7 dB. Dari 10 karyawan yang dijadikan responden, yang mengalami gangguan pendengaran yaitu telinga kanan  yang  Normal 9 orang,  mengalami Penurunan Daya Dengar ( PDD ) 1 orang dan telinga kiri yang Normal 8 orang, yang mengalami Penurunan Daya Dengar ( PDD ) 2 orang. Kesimpulan penelitian, bahwa kebisingan di bagian Factory 1 Unit Cutting Saw tidak memenuhi syarat karena kebisingannya melampaui NAB dan dapat menyebabkan gangguan pada pendengaran karyawan terutama yang berumur tua dan memiliki masa kerja yang lama.Oleh karena itu,disarankan kepada PT.Maruki untuk mengadakan pemeriksaan kesehatan awal dan berkala secara teratur khususnya pemeriksaan telinga.

Kata Kunci : Kebisingan,Kondisi Pendengaran,NAB,PDD

Download