ABSTRACT

      The organic is one of the environmental pollutant problems that need most dominant treatment. Due to the lack of organic waste processing to change this waste into something more useful, the organic waste are needed to be processed into compost by adding local microorganism as starter using the Takakura method. The problem statement in this research was to find out whether there are differences between tapai and state rice as starter toward the length of composting time for the household organic waste using the takakura method. The objective of this research was to find out the differences of length of composting time using the tapai as starter abd using the stale rice as starter. This research design was pre-experiment design with static grup comparison. In which the number of samples used are the total population that is the 3 kilos of organic household waste, 250 ml of tapai starter, and 250 ml of stale rice starter, the 4,5 kilos of ready compost, and 9 kilos of rice husks. The data were analyzed using bivariate analysis. The research findings revealed that the tapai starter was quicker to turn the organic household waste into compost and more time efficient compared to the stale rice starter and without starter. It was been concluded that the more microorganism contained in a starter, the quicker the time needed to change household organic waste into organic compost. It was recommended to the community to make use of the organic household waste to turn them into organic compost by the help of natural local microorganism as starter such as tapai, in composting.

Keywords : tapai starter, stale rice, organic waste

 

ABSTRAK

       Sampah organik merupakan permasalahan pencemaran lingkungan yang membutuhkan penanganan paling dominan. Karena kurangnya pengolahan sampah organik untuk merubah bentuk menjadi sesuatu yang bermanfaat, maka diperlukan penanganan pengolahan sampah organik menjadi kompos dengan  menambahkan mikroorganisme lokal sebagai starter pada metode takakura. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah melihat apakah ada perbedaan dari starter tape dan nasi basi terhadap lama waktu pengomposan sampah organik rumah tangga dengan metode takakura. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui perbedaan lama waktu pengomposan sampah organik dengan starter tape dan nasi basi. Rancangan penelitian ini adalah pra eksperimental dengan desain rancangan Perbandingan Kelompok Statis (Static Group Comparison). Dimana jumlah sampel yang digunakan merupakan total populasi yakni sampah dapur organik rumah tangga 3 kg, starter tape 250 ml, starter nasi basi 250 ml, kompos jadi 4,5 kg, dan sekam padi 9 kg. Dengan menggunakan Analisis Data Univariat. Hasil penelitian starter tape memiliki waktu lebih cepat jadi dan efisien terhadap waktu pengomposan sampah organik rumah tangga dibandingkan dengan starter nasi basi dan tanpa starter. Disimpulkan bahwa semakin banyak mikroorganisme yang terkandung dalam bahan starter yang digunakan maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk menjadi kompos organik. Disarankan kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan sampah organik rumah tangga dengan menggunakan bahan alami dari tape sebagai mikroorganisme lokal dalam proses pengomposan.

Kata Kunci: Starter tape, nasi basi, sampah organik

Download