User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive
 

Abstrak

 

Klorin merupakan bahan kimia yang biasanya digunakan sebagai pembasmih kuman pada air. Penelitian ini dilatar belakangi karena adanya penelitian terdahulu bahwa telah ditemukan klorin sebagai bahan pemutih beras, agar beras yang standar medium terlihat seperti beras berkualitas super. Zat klorin diketahui dapat bereaksi dengan air membentuk asam hipoklorit merusak sel-sel dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar klorin dalam beras bermerek yang diperdagangkan dibeberapa Pasar Kota Makassar setelah melalui proses pencucian I (pertama), II (kedua), dan III (ketiga) dengan menggunakan metode Spektrofotometer Visibel. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kadar klorin pada 5 sampel beras bermerek setelah melalui proses pencucian I  yaitu antara  0,557 – 1,433 mg/100 g beras, sedangkan pada pencucian II dan III tidak ditemukan adanya klorin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa beras bermerek yang diteliti mengandung klorin yang tidak tercatat sebagai bahan tambahan makanan menurut  Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1168/Menkes/ Per/X/1999, dan kadar klorin yang diperoleh pada pencucian I semua sampel melebihi standar yang ditentukan oleh Food and Drug Administration (FDA) yaitu tidak boleh melebihi 0,82 gram natrium hipoklorit atau 0,36 gram kalsium hipoklorit dalam 100 gram makanan. Disarankan kepada masyarakat untuk teliti dalam memilih beras dan dianjurkan agar beras yang ingin dikomsumsi atau dimasak kiranya dicuci sampai tiga kali untuk menghilangkan kandungan klorinnya.

 

Kata kunci :  Beras, Klorin