Abstrak

 

Penelitian ini dilatarbelakangi karena seiring dengan perkembangan industri makanan saat ini, penggunaan bahan tambahan makanan semakin meningkat, salah satu diantaranya adalah natrium benzoat.Sehubungan dengan adanya kasus pelanggaran pelabelan produk yang mengandung natrium benzoat sering ditemukan dan belum ada upaya nyata dalam penanggulangan masalah ini dari pihak yang terkait.Penggunaan bahan tambahan makanan yang tidak tepat dan melebihi batas maksimum dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar natrium benzoat pada selai nanas. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Penentuan kadar dengan metode alkalimetri.Pengolahan data hasil penelitian diolah secara deskriptif yang menunjukkan seluruh sampel positif tetapi tidak melebihi batas maksimum yang telah ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.722/Menkes/Per/IX/88 yaitu 1 g/kg di mana sampel A 0,0912 g/kg, sampel B 0,4968 g/kg, sampel C 0,2448 g/kg, sampel D 0,0624 g/kg, sampel E 0,1824 g/kg, sampel F 0,1008 g/kg, sampel G 0,2304 g/kg, sampel H 0,1992 g/kg, sampel I 0,0144 g/kg, sampel J 0,2472 g/kg. Disarankan bagi produsen agar mencantumkan bahan pegawet dan kadaryang ditambahkan pada label. Bagi konsumen agar memperhatikan kadar bahan pengawet sebelum mengkonsumsi.

 

Kata kunci :  Natrium Benzoat, Selai Nanas