Abstrak

 

Tuberkulosis ekstraparu umumnya ditandai dengan adanya limfadenitis (scrofula), identifikasi infeksi Mycobacterium tuberculosis  terhadap spesimen kelenjar getah bening belum dilakukan untuk menunjang diagnosa tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi Mycobacterium tuberculosis pada aspirat kelenjar getah bening penderita Limfadenitis menggunakan kultur medium cair MGIT yang merupakan pendekatan metode standar baku emas untuk identifikasi menggunakan medium padat Lowenstein Jensen dan metode molekuler. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan potong lintang menggunakan sepuluh spesimen aspirat kelenjar getah bening. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Mikrobiologi Universitas Hasanuddin Makassar. Hasil penelitian menunjukkan Identifikasi Mycobacterium  tuberculosis dari aspirat kelenjar getah bening dapat dilakukan menggunakan medium cair MGIT, dengan hasil dibandingkan dengan metode standar baku emas Lowenstein jensen memiliki  sensitivitas 50%, nilai prediksi positif 100%, nilai prediksi negatif 57% dan akurasi 70% sedangkan dibandingkan teknik PCR memiliki  sensitivitas 66,7%, spesifisitas 50%, nilai prediksi positif 66,7%, nilai prediksi negatif 50% dan akurasi 60%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemeriksaan menggunakan medium cair MGIT dapat digunakan untuk identifikasi MTB dari aspirat kelenjar getah bening. Disarankan dilakukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel lebih banyak dan dilakukan penelitian selanjutnya dengan genExpert untuk identifikasi dan uji kepekaan terhadap Obat Anti Tuberkulosis.

Kata Kunci: MGIT, Identifikasi Tuberkulosis, Aspirat kelenjar getah bening.