ABSTRAK

Penelitian ini berlatar belakang oleh banyaknya kasus Multi Drugs Resistant Tuberculosis (MDR-TB) yang merupakan penyakit tuberkulosis paru dimana Mycobacterium tuberculosis resisten terhadap obat anti tuberkulosis rifampisin, isoniazid atau keduanya. Pengobatan pasien MDR-TB dilakukan dengan pemberian obat anti tuberkulosis diantaranya streptomisin dan kapreomisin. Kedua obat ini diketahui bersifat nefrototoksik atau menyebabkan gangguan fungsi pada ginjal. Salah satu parameter pemeriksaan untuk menilai disfungsi ginjal adalah pemeriksaan kreatinin darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hasil Pemeriksaan Kreatinin Darah pada Penderita Multi Drugs Resistant Tuberculosis (MDR-TB). Penelitian ini merupakan penelitian observasi laboratorik yang bersifat deskriptif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sebanyak 20 sampel penderita Multi Drugs Resistant Tuberculosis. Hasil penelitian dari 20 sampel yang dilakukan pada tanggal 10 Juli sampai dengan 15 Juli 2014 di RSUD Labuang Baji, terdapat 1 (5%) pasien yang memiliki kadar kreatinin darah di atas normal, 8 (40%) pasien yang memiliki kadar kreatinin darah normal, dan 11 (55%) pasien yang memiliki kadar kreatinin darah di bawah normal. Disarankan kepada pasien MDR-TB untuk mengevaluasi pengobatan dengan melakukan pemeriksaan laboratorium rutin setiap bulan.

Kata Kunci : Penderita Multi Drugs Resistant Tuberculosis, Kreatinin Darah