User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

ABSTRAK

Sampai saat ini diagnosis tuberkulosis paru yang digunakan secara rutin di laboratorium rumah sakit dan laboratorium pusat kesehatan masyarakat adalah diagnosis bakteriologis teknik miroskopis basil tahan asam (BTA). Teknik mikroskopis BTA dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat, tetapi sensitivitas dan spesifisitas teknik ini relatif rendah dibandingkan teknik kultur. Underdiagnosis pada kasus tuberkulosis positif dapat terjadi karena teknik diagnosis kurang sensitif atau kurang spesifik. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan sensitivitas dan spesifisitas teknik mikroskopis BTA relatif rendah adalah lama waktu fiksasi preparat yang terlalu singkat atau terlalu lama sehingga sulit dibaca atau dinilai hasilnya. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 6 sampai  10 April 2015 di Laboratorium Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorium dengan sampel 10 sputum penderita tuberkulosis paru  BTA positif. Setiap sampel dibuat 5 preparat sehingga jumlah keseluruhan preparat adalah 50. Dari 50 preparat dibagi menjadi 5 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 10 preparat yang masing-masing dari sampel 1 sampai sampel 10. Kelompok 1 difiksasi 1 detik, kelompok 2 difiksasi 2 detik, kelompok 3 difiksasi 3 detik, kelompok 4 difiksasi 4 detik dan kelompok 5 difiksasi 5 detik. Setelah difiksasi seluruh preparat diwarna dengan pewarnaan Ziehl Neelsen. Selanjutnya dinilai atau dibaca kualitas hasil pewarnaan. Hasil penelitian diperoleh lama waktu fiksasi preparat yang efektif adalah 3 detik..

Kata kunci : Fiksasi, preparat, waktu.