User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Abstrak

Sampai saat ini diagnosis demam tifoid  yang digunakan secara rutin di Laboratorium Rumah Sakit dan Laboratorium Pusat Kesehatan Masyarakat adalah diagnosis serologis dengan uji Widal. Teknik uji Widal dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat, tetapi sensitivitas dan spesifisitas teknik ini relatif rendah dibandingkan teknik kultur. Underdiagnosis pada kasus demam tifoid  dapat terjadi jika menggunakan teknik diagnosis yang kurang sensitif atau kurang spesifik. Saat ini ada beberapa jenis reagen untuk uji Widal yang digunakan di Laboratorium Rumah Sakit dan Laboratorium Pusat Kesehatan Masyarakat, diantaranya reagen Tydal dan reagen Fortress. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ada tidaknya perbedaan yang signifikan titer agglutinin O dan agglutinin H dengan uji Widal  menggunakan reagen Tydal dan reagen Fortress. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 7 sampai dengan  19 September 2015 di Laboratorium Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik  dengan sampel 24 pasien suspek demam tifoid yang diperoleh dari beberapa Rumah Sakit. Setiap spesimen serum dari 24 pasien suspek demam tifoid, dilakukan uji Widal menggunakan reagen Tydal dan reagen Fortress untuk menentukan titer agglutinin O dan H. Dari  data hasil penelitian  yang diperoleh setelah dilakukan uji statistik dengan uiji-t dua sampel bebas menunjukkan bahwa  aglutinin O, t hitung (1.6614)  t tabel (2.0147) sedangkan untuk  aglutinin H, t hitung (0.7049)  t tabel (2.0147). Simpulan tidak ada perbedaan yang bermakna titer aglutinin O dan agglutinin H uji Widal menggunakan reagen Tydal dan Fortress pada spesimen serum suspek demam tifoid.

 

 

Kata kunci : Aglutinin,  Salmonella typhi, Widal, Tydal, Fortress