Sukriyadi, Rezki Djuntaha

Jurusan Keperawatan Makassar

 

ABSTRAK

Tingginya angka kasus tersebut, menunjukkan bahwa masalah kesehatan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan masayarakat yang memerlukan perhatian besar,  hal ini dipahami betul oleh depkes sehingga mencanangkan  paradigma  sehat yang lebih  menekankan upaya proaktif dan berorientasi upaya kesehatan  pencegahan (preventif) dan promotif, untuk itu saat  ini  penanganan  masalah  kesehatan  jiwa  telah  tergeser dari  hospital base menjadi community base  psychiatric services, sehingga  gangguan   kesehatan jiwa dapat dicegah dan diatasi dengan melibatkan semua pihak, mulai dari tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, dan khususnya keluarga sebagai komponen terkecil dari masyarakat dan yang paling dekat dengan pasien.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran serta keluarga dengan kejadian kekambuhan pada pasien gangguan jiwa di wilayah kerja puskesmas sudiang Makassar. Metode penlitian yang digunakan adalah crosssectional. Sampel yang dignakan sebagai responden adalah 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan responden dengan peran serta keluarga aktif pada frequensi kejadian kekambuhan kategori tinggi adalah sebanyak 13 orang (43.3%), dan responden dengan peran serta keluarga aktif pada frequensi kejadian kekambuhan rendah adalah sebanyak 6 orang (20%), dan untuk peran serta keluarga tidak aktif dengan frequensi kejadian kekambuhan kategori tinggi sebanyak 3 orang (10%), dan responden dengan peran serta keluarga tidak aktif pada frequensi kejadian kekambuhan kategori rendah sebanyak 8 orang (26.7%).

Dari hasil uji statistic korelasi Spearman, diperoleh nilai P < 0.05 atau P = 0.03 ini berarti Ha diterima dan Ho ditolak dengan kesimpulan ada hubungan yang bermakna antara peran serta keluarga dengan kejadian kekambuhan pada pasien gangguan jiwa diwilayah kerja puskesmas Sudiang Makassar