Muh. Arsyad Rahman*, Abidin Syam**,  Abdul Rahman Aly**

* Jurusan Promkes FKM Unhas

** Dinkes Kabupaten Bone

 

Abstrak

Program pemberantasan penyakit menular mempunyai peranan menurunkan kesakitan dan kematian, dan tujuan tersebut dapat dicapai dengan penerapan teknologi kesehatan secara tepat oleh petugas kesehatan yang didukung peran serta aktif masyarakat. Data yang dikumpulkan melalui indepth interview diolah dalam bentuk naskah dengan menggunakan matriks hasil wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini adalah : penolakan berdasarkan aspek budaya karena mereka menganggap penyakit kusta merupakan kutukan dari Tuhan dan juga secara historik menunjukkan ada nenek moyang mereka yang pernah menderita kusta sebelumnya sehingga penyakit ini dianggap keturunan, penolakan berdasarkan aspek sosial dimana keluarga penerita tidak menjenguk informan, tetangga dan masyarakat menjauhinya dengan alasan sosial seperti menjijikkan, menyeramkan sehingga secara sosial tidak memberikan pekerjaan kepada penderita kusta walaupun penderita meminta untuk bekerja tetapi tetap saha ada penolakan.  Penolakan berdasarkan aspek kepercayaan dimana mereka menganggap penyakit kusta sebagai ganjaran bagi tingkah laku yang tidak disukai. Ini merupakan anggaran yang tersebar luas di kalangan masyarakat luas. Penolakan berdasarkan aspek budaya  dimana budaya yang turun menurun di masyarakat Tellu Siattinge menganggap kusta bukan penyakit biasa tetapi kutukan dan faktor keturunan. Penolakan berdasarkan aspek sosial dimana penderita kusta merasa dia juga adalah manusia seperti kebanyakan dan normal yang dapat berinteraksi sosial sehingga penderita kusta menolak penyakit yang di deritanya dan ingin bergaul seperti orang lain. Penolakan berdasarkan aspek kepercayaan dimana penderita mempercayai bahwa kusta tidak dapat disembuhkan karena  mereka mempercayai bahwa penyakit dideritanya bukan disebabkan oleh dirinya tetapi lebih pada faktor genetik dan azab Tuhan.

Kata Kunci : Penolakan Status Penderita Keluarga Penderita Kusta.