User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

M. Askar*, Muhammad Nur*

* Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

 

Abstrak

 

Stres hospitalisasi adalah akibat dari suatu kejadian atau serangkaian pengalaman yang dimaknai negatif dan tidak dapat dihadapi atau dilalui oleh seorang anak atau individu karena menjalani perawatan di rumah sakit. Sedangkan bermain adalah media anak untuk mengekspresikan pikiran, perasaan, fantasi, serta daya kreasi dengan tetap mengembangkan kreatifitasnya dan beradaptasi lebih efektif terhadap berbagai sumber stres. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh bermain terhadap stres hospitalisasi anak usia balita di ruang perawatan anak RSUD Kabupaten Kepulauan Selayar. Penelitian merupakan penelitian eksperimental, dengan desain rancangan pra-pascates dalam satu kelompok (one-group pre-post test design). Besar sampel 50 orang anak didapatkan dengan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan tehnik pengambilan sampel accidental sampling, instrument penelitian menggunakan lembar observasi, kemudian data dianalisa dengan SPSS 16,0 menggunakan uji analisis Paired-samples t tes dengan tingkat kemaknaan 0,05. Rata-rata (mean) tingkat stres hospitalisasi anak usia balita di ruang perawatan anak RSUD Kabupaten Kepulauan Selayar sebelum dilaksanakan kegiatan bermain (pre-test) adalah stres hospitalisasi tingkat berat, sedangkan setelah dilaksanakan kegiatan bermain (post-test) terjadi penurunan menjadi stres hospitalisasi tingkat ringan-sedang. Hasil penelitian didapatkan p=0,000 berarti dapat disimpulkan ada pengaruh bermain terhadap stres hospitalisasi anak usia balita di ruang perawatan anak RSUD Kabupaten Kepulauan Selayar. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada orang tua balita agar mendampingi anak pada saat dirawat di rumah sakit.

Kata kunci : Bermain dan stres hospitalisasi