Askari*, A. Julia Junus**, A. Tulleng***

* Dinkes Kabupaten Bone

** Dinkes Propinsi Sulawesi Selatan

*** FKM UVRI Makassar

 

Abstrak

 

Penyakit kusta adalah salah satu penyakit menular yang menimbulkan masalah yang sangat kompleks. Masalah yang dimaksud bukan hanya dari medis, tetapi meluas sampai masalah sosial, ekonomi, budaya, keamanan dan ketahanan nasional. Metode penelitian adalah deskriptif. Sampel adalah semua data/status penderita kusta yang tercatat/terdaftar di buku register dan arsip laporan puskesmas Watampone dari tahun 2000-2006. Data primer diperoleh dari buku register dan arsip laporan puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi dari segi input dengan tenaga satu orang dan sarana penunjang dalam pemeriksaan dan pengobatan penderita tersedia, namun kendaraan operasional kusta tidak ada serta biaya yang bersumber dari NLR dan APBD II dapat disusun perencanaan, pengorganisasian dan pelaksanaan kegiatan seperti : deteksi dini, sosialisasi serta penetapan beberapa kebijakan daerah. Hasil kegiatan tersebut (proses) diperoleh output program P2 Kusta yang terlihat dalam prevalensi kusta sebesar 6,0 per 10.000 penduduk, MDT  100 %, RFT  95,93 % dan mutasi 4,06 %. Dengan demikian keberhasilan program P2 Kusta dapat dilihat dengan dampak program tersebut melalui tingginya angka kesembuhan PB 100% dan MB 95,24% serta rendahnya angka kecacatan yaitu 4,54%, sesuai dengan tujuan jangka pendek program P2 Kusta yaitu angka kesembuhan lebih dari 90% dan proporsi anak dan cacat tingkat 2 kurang dari 5%. Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan maka peneliti menyarankan, sebaiknya tenaga petugas kusta ditambah dari 1 orang menjadi 2 orang dan diberikan kendaraan khusus untuk operasional, pengobatan penderita dilaksanakan secara kontinyu, penemuan penderita secara dini terus dilaksanakan, sehingga target nasional prevalensi kusta di bawah 1 per 10.000 penduduk.

Kata kunci : Pemberantasan, penyakit kusta, evaluasi program.

 

Unduh Artikel Lengkap