User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Hendrik*, Yonathan Ramba*, H.M. Rusli*

 

* Jurusan Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar

 

Abstrak

 

Cerebral Palsy adalah suatu gangguan pengontrolan otot yang menyebabkan tubuh sulit bergerak dan mengambil posisi. Abnormalitas tonus postural akan mengakibatkan gangguan postur tubuh, kontrol gerak, keseimbangan dan koordinasi gerak yang akan berpotensi terganggunya aktifitas fungsional sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mobilisasi trunk terhadap perbaikan spastisitas pada kondisi Cerebral Palsy spastic. Penelitian ini adalah pra eksperimen menggunakan pretest-posttest one group design. Populasi penelitian adalah semua pasien cerebral palsy yang datang berkunjung di poliklinik Fisioterapi YPAC Makassar. Sampel penelitian semua pasien Cerebral Palsy yang mengalami type spastic  diplegi. Hasil penelitian diperoleh tidak ada perbedaan derajat spastisitas yang signifikan sebelum dan sesudah pemberian mobilisasi trunk dengan hasil uji wilcoxon p=0.083 < α= 0.05. Tetapi jika dilihat pada selisih rata-rata perubahan derajat spastisitas sebelum dan sesudah pemberian mobilisasi trunk dijumpai adanya perbedaan dengan selisih rata-rata sebesar 0.30 + 0.48. Kesimpulan penelitian tidak ada perubahan yang signifikan terhadap derajat spastisitas otot anggota gerak bawah sebelum dan sesudah pemberian mobilisasi trunk pasien dengan cerebral palsy spastic diplegi, tetapi ada perbedaan pada selisih rata-rata sebelum dan sesudah pemberian mobilisasi trunk. Saran penelitian ini adalah untuk memperoleh hasil pengobatan yang optimal terhadap spastisitas pasien cerebral palsy spastic diplegia dengan menggunakan mobilisasi trunk, faktor yang paling penting diperhatikan adalah derajat gerakan, jaringan yang akan diulur serta posisioning dalam memberikan latihan

Kata kunci :Mobilisasi trunk, metode  bobath  teknik fasilitasi, cerebral palsy  spastic

 

Unduh Artikel Lengkap