User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

ABSTRAK


Limbah popok bayi sekali pakai yang banyak ditemukan dilingkungan serta ditempat
sampah yang di buang begitu saja. Popok itu pun merusak tanah, meracuni air tanah,
dan menjadi medium penyebaran parasit, virus, dan bakteri. selain dari faktor lingkungan
popok sekali pakai dapat berakibat buruk bagi kesehatan bayi.
Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengolahan limbah popok bayi
menjadi bahan bakar minyak alternatif. Jenis penelitian ini yaitu kuasi eksperimen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada percobaan I, II, III, IV, dan V dihari 1, 2, dan 3
kadar alkohol yang dihasilkan meningkat tetapi pada hari ke 4 terjadi penurunan kadar
alkohol. bertambahnya lama fermentasi maka kadar alkohol yang dihasilkan akan
semakin tinggi serta lama fermentasi yang cocok dalam fermentasi selulosa yaitu 3 hari
karena kadar alkohol akan menurun pada hari ke 4 dilihat dari 5 kali pengulangan
percobaan. Berkurangnya kadar alkohol disebabkan karena alkohol telah dikonversi
menjadi senyawa lain, misalnya ester.
Simpulan penelitian adalah pada proses fermentasi, jumlah mikroba dipengaruhi oleh
lama fermentasi yakni semakin lama fermentasi jumlah mikroba semakin banyak dan
produksi etanol semakin tinggi. Proses ini akan terhenti jika kadar etanol sudah
meningkat sampai tidak dapat ditolerir lagi oleh sel-sel khamir. Tingginya kandungan
etanol akan menghambat pertumbuhan khamir dan hanya mikroba yang toleran terhadap
alkohol yang dapat tumbuh. Untuk itu diharapkan kepada masyarakat agar
memanfaatkan limbah popok bayi menjadi bahan bakar alternative melalui beberapa
proses agar limbah tersebut tidak merusak lingkungan.
Kata kunci: limbah popok bayi, fermentasi, destilasi