ABSTRAK


Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan
stabilitas teknik open chain kinetik dan teknik clesed chain kinetik terhadap perubahan
kekuatan otot dan kemampuan fungsional tungkai pada penderita OA knee joint. Sebuah
penelitian quasi eksperimen yang menggunakan desain pretest-post test two group
design.
Populasi penelitian ini adalah semua pasien osteoarthritis yang datang berkunjung ke
Poliklinik Fisioterapi RS Hikmah Makassar selama penelitian berlangsung. Sedangkan
sampelnya adalah semua pasien osteoarthritis knee joint yang termasuk dalam populasi
penelitian yang datang berkunjung ke Poliklinik Fisioterapi di RS Hikmah Makassar. dan
memenuhi kriteria inklusi.
Hasil penelitian pada uji paired t-test diperoleh perbedaan yang signifikan (p= 0.000 dan
0.017< 0.05) terhadap perubahan kekuatan otot dan kemampuan ADL tungkai pada
intervensi latihan stabilitas teknik open chain kinetic dan (p=0.000 dan 0.005) terhadap
perubahan kekuatan otot dan kemampuan ADL tungkai pada intervensi latihan stabilitas
teknik close chain kinetic . Sedangkan pada independent sample t-test diperoleh
perbedaan yang signifikan antar kedua teknik perlakuan, baik pada kekuatan otot
p=0.009 < 0.05 maupun pada kemampuan ADL tungkai p=0.004<0.05.
Kesimpulan penelitian adalah pemberian latihan stabilitas teknik open chain kinetic dan
metode latihan stabilitas teknik close chain kinetic dapat memberikan efek terhadap
perubahan kekuatan otot dan kemampuan ADL tungkai pasien OA lutut. Namun terdapat
perbedaan efek terhadap kekuatan otot dan kemampuan ADL tungkai pasien OA lutut
setelah perlakuan antara kedua latihan stabilitas tersebut.
Kata Kunci : Kekuatan Otot, ADL tungkai, open chain kinetic dan close chain kinetic