ABSTRAK
ISPA menyerang jaringan paru-paru dan penderita cepat meninggal akibat
pnemonia berat namun tidak cepat ditolong, karena memang akibat ketidaktahuan
masyarakat tentang kelainan itu. Umar Fahmi mengutip hasil Survei Kesehatan
Rumah Tangga (SKRT) 1995 yang menunjukkan proporsi kematian balita akibat
penyakit sistem pernapasan adalah 32,1%, sementara pada balita 38,8%.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sanitasi perumahan dengan kejadian
ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Salotungo Kab. Soppeng.
Jenis penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan Cross
Sectional Study.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tidak ada hubungan antara kamarisasi
dengan kejadian ISPA pada balita. Tidak ada hubungan antara ventilasi dengan
kejadian ISPA pada balita. Tidak ada hubungan antara suhu dengan kejadian
ISPA pada balita. Tidak ada hubungan antara kelembaban dengan kejadian ISPA
pada balita. Tidak ada hubungan antara kepadatan penghuni dengan kejadian
ISPA pada balita.
Kata Kunci : Sanitasi Perumahan, ISPA, Balita