User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

ABSTRAK

 

Senyawa klorpirifos banyak digunakan untuk mengendalikan hama terutama komoditi sayur-sayuran yang dijadikan lalapan. Lalapan umumnya dikomsumsi mentah dan terlebih dahulu dicuci dengan air ataupun dicelup pada air panas. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisa residu pestisida (klorpirifos) dalam lalapan berdasarkan cara pengolahan. Jenis penelitian adalah deskriptif yaitu mengidentifikasi residu klorpirifos dalam lalapan kubis dan kacang panjang dengan cara pengolahan pencucian air bersih dan pencelupan air panas. Kadar residu klorpirifos diketahui melalui pemeriksaan laboratorium di Balai Besar Laboratorium Kesehatan. Sampel dalam penelitian ini adalah 12 sampel yaitu kubis dan kacang panjang tanpa perlakuan, lalapan yang dicuci dengan air bersih dan lalapan yang dicelup air panas. Hasil penelitian diketahui rerata kadar residu klorpirifos pada kubis segar sebesar 0.004 mg/kg dan kacang panjang segar sebesar 0.045 mg/kg. Rerata kadar residu klorpirifos dalam lalapan dengan pencucian air bersih pada kubis sebesar 0.0005 mg/kg dan kacang panjang sebesar 0.0145 mg/kg. Rerata kadar klorpirifos dalam lalapan dengan pencelupan air panas pada kubis sebesar 0.0005 mg/kg dan kacang panjang sebesar 0.005 mg/kg. Disimpulkan bahwa pada lalapan kubis terdapat penurunan kadar residu klorpirifos 84% pada pencucian air bersih dan 90% pada pencelupan air panas, sedangkan pada lalapan kacang panjang dengan pencucian air bersih terdapat penurunan 65% dan pencelupan air panas terdapat penurunan 88%. Sehingga disarankan kepada pedagang makanan yang terdapat lalapan dalam menu jualannya sebaiknya mengolah lalapan dengan pencelupan pada air panas.

 

Kata Kunci : klorpirifos, residu, lalapan

 

Download